Minggu, 09 Agustus 2015

[037] Ash Shaaffaat Ayat 055

««•»»
Surah Ash Shaaffaat 55

فَاطَّلَعَ فَرَآهُ في سَواءِ الجَحيمِ
««•»»
faiththhala'a faraaahu fii sawaa-i aljahiimi
««•»»
Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala.
««•»»
Then he will take a look and sight him in the middle of hell.
««•»»

Penghuni surga itu berkata kepada teman-temannya sama-sama ahli surga, supaya mereka mau meninjau keadaan ahli surga. Dengan peninjauan itu tentulah mereka akan bertambah syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan taufik kepada mereka untuk mengikuti petunjuk Nabi-nabi sehingga mereka terlepas dari penderitaan api neraka.

Maka ahli surga itu meninjau keadaan penghuni neraka, dan diperlihatkan kepada kawan-kawannya yang kafir, sedang berada di tengah-tengah api neraka menyala-nyala. Pada waktu itu penghuni surga itu menuding kawannya yang berada di neraka itu, karena sewaktu di dunia hampir saja dia dijerumuskan ke dalam kekafiran oleh kawannya itu. Tetapi berkat taufik dan hidayah Allah SWT yang dianugerahkan kepadanya, terhindarlah dia dari pengaruh paham kawannya yang kafir itu, dan selamatlah ia dari azab neraka.

Percakapan antara penghuni surga dan neraka itu diterangkan Allah SWT pula dalam firman-Nya:
ونادى أصحاب الحنة أصحاب النار أن قد وجدنا ما وعدنا ربنا حقا فهل وجدتم ما وعد ربكم حقا قالوا نعم فأذن مؤذن بينهم أن لعنة الله على الظالمين
Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?". Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,
(QS. Al A'raaf [7]:44)

Firman Allah SWT:
ونادى أصحاب النار أصحاب الجنة أن أفيضوا علينا من الماء أو مما رزقكم الله قالوا إن الله حرمهما على الكافرين
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkan kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.
(QS. Al A'raaf [7]:50)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka ia meninjaunya) yakni orang yang mengatakan demikian itu dari sebagian jendela surga (lalu ia melihat temannya itu) yaitu temannya yang ingkar kepada adanya hari berbangkit itu (di tengah-tengah neraka menyala-nyala) berada di tengah-tengah neraka Jahim.
««•»»
Then he, that speaker, will take a look, through one of the apertures in Paradise, and he will catch sight of him, that is, he will see his comrade, in the centre of Hell, in the middle of the Fire.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 54][AYAT 56]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
55of182
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=37&tAyahNo=55&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:55

[037] Ash Shaaffaat Ayat 054

««•»»
Surah Ash Shaaffaat 54

قالَ هَل أَنتُم مُطَّلِعونَ
««•»»
qaala hal antum muththhali'uuna
««•»»
Berkata pulalah ia: "Maukah kamu meninjau (temanku itu)?"
««•»»
He[1] will say, ‘Will you have a look?’
[1] That is, one of his companions in paradise.
««•»»

Penghuni surga itu berkata kepada teman-temannya sama-sama ahli surga, supaya mereka mau meninjau keadaan ahli surga. Dengan peninjauan itu tentulah mereka akan bertambah syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan taufik kepada mereka untuk mengikuti petunjuk Nabi-nabi sehingga mereka terlepas dari penderitaan api neraka.

Maka ahli surga itu meninjau keadaan penghuni neraka, dan diperlihatkan kepada kawan-kawannya yang kafir, sedang berada di tengah-tengah api neraka menyala-nyala. Pada waktu itu penghuni surga itu menuding kawannya yang berada di neraka itu, karena sewaktu di dunia hampir saja dia dijerumuskan ke dalam kekafiran oleh kawannya itu. Tetapi berkat taufik dan hidayah Allah SWT yang dianugerahkan kepadanya, terhindarlah dia dari pengaruh paham kawannya yang kafir itu, dan selamatlah ia dari azab neraka.

Percakapan antara penghuni surga dan neraka itu diterangkan Allah SWT pula dalam firman-Nya:
ونادى أصحاب الحنة أصحاب النار أن قد وجدنا ما وعدنا ربنا حقا فهل وجدتم ما وعد ربكم حقا قالوا نعم فأذن مؤذن بينهم أن لعنة الله على الظالمين
Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?". Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,
(QS. Al A'raaf [7]:44)

Firman Allah SWT:
ونادى أصحاب النار أصحاب الجنة أن أفيضوا علينا من الماء أو مما رزقكم الله قالوا إن الله حرمهما على الكافرين
Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkan kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.
(QS. Al A'raaf [7]:50)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Berkata pulalah ia) yaitu penghuni surga yang mengatakan demikian kepada temannya (`Maukah kamu melihat keadaan temanku itu?`") maksudnya bersama-sama untuk melihat apa yang dialami temannya di dalam neraka? Temannya menjawab, "Tidak mau."
««•»»
He, the one speaking, says, to his brethren [in Paradise], ‘Will you have a look?’, together with me into the Fire, to see his condition — but they will say, ‘No’.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 53][AYAT 55]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
54of182
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=37&tAyahNo=54&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:54

[037] Ash Shaaffaat Ayat 053

««•»»
Surah Ash Shaaffaat 53

أَإِذا مِتنا وَكُنّا تُرابًا وَعِظامًا أَإِنّا لَمَدينونَ
««•»»
a-idzaa mitnaa wakunnaa turaaban wa'izhaaman a-innaa lamadiinuuna
««•»»
Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?"
««•»»
[that] when we are dead and have become dust and bones, we shall indeed be brought to retribution?” ’
««•»»

Dalam ayat ini dijelaskan isi percakapan antara ahli surga. Seorang di antara mereka menceritakan kepada teman-temannya bahwa sewaktu hidup di dunia dia mempunyai seorang teman yang menanyakan kepadanya dengan nada mencemoohkan tentang keyakinannya akan hari berbangkit dan Hari Kiamat. Kawannya itu sangat mengingkari akan terjadinya hari berbangkit dari kubur itu. Dengan penuh keheranan dan keingkaran kawannya di dunia itu mengatakan lagi kepadanya bahwa tidaklah mungkin dan sangat tidaklah masuk akal bilamana manusia yang sudah menjadi tanah dan tulang-belulang itu akan dihidupkan kembali dari dalam kubur sesudah itu lalu diadakan perhitungan terhadap amal perbuatannya semasa hidupnya.

Menurut keyakinan orang kafir itu tak ada lagi perhitungan antara kejahatan dan kebaikan, antara kafir dan iman dan semua perbuatan manusia sudah selesai diperhitungkan dalam dunia.

Namun Allah SWT menegaskan adanya perhitungan terakhir dengan firman-Nya:
وما يستوي الأعمى والبصير والذين آمنوا وعملوا الصالحات ولا المسيء قليلا ما تتذكرون إن الساعة لآتية لا ريب فيها ولكن أكثر الناس لا يؤمنون
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. Sesungguhnya Hari Kiamat itu pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya. akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.
(QS. Al Mu'min [40]:58-59)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Apakah apabila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sesungguhnya kita) kedua huruf Hamzah pada ketiga tempat yang disebutkan di atas, yaitu A-innaka, A-idzaa dan A-innaa boleh dibaca Tahqiq dan boleh pula dibaca Tas-hil (benar-benar akan dibangkitkan untuk diberi pembalasan?`) maksudnya akan dibalas dan dihisab? Ia ternyata ingkar kepada hal tersebut.
««•»»
[that] when we are dead and have become dust and bones, we shall actually be called to account?” ’, that we shall be requited and reckoned with — he rejects [the truth of] this as well (as regards all three instances of the hamzas [sc. a-innaka, a-idhā, and a-innā] what has been mentioned above [applies]).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 52][AYAT 54]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
53of182
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=37&tAyahNo=53&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:53

[037] Ash Shaaffaat Ayat 052

««•»»
Surah Ash Shaaffaat 52

يَقولُ أَإِنَّكَ لَمِنَ المُصَدِّقينَ
««•»»
yaquulu a-innaka lamina almushaddiqiina
««•»»
Yang berkata: "Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
««•»»
who used to say, “Are you really among those who affirm
««•»»

Dalam ayat ini dijelaskan isi percakapan antara ahli surga. Seorang di antara mereka menceritakan kepada teman-temannya bahwa sewaktu hidup di dunia dia mempunyai seorang teman yang menanyakan kepadanya dengan nada mencemoohkan tentang keyakinannya akan hari berbangkit dan Hari Kiamat. Kawannya itu sangat mengingkari akan terjadinya hari berbangkit dari kubur itu. Dengan penuh keheranan dan keingkaran kawannya di dunia itu mengatakan lagi kepadanya bahwa tidaklah mungkin dan sangat tidaklah masuk akal bilamana manusia yang sudah menjadi tanah dan tulang-belulang itu akan dihidupkan kembali dari dalam kubur sesudah itu lalu diadakan perhitungan terhadap amal perbuatannya semasa hidupnya.

Menurut keyakinan orang kafir itu tak ada lagi perhitungan antara kejahatan dan kebaikan, antara kafir dan iman dan semua perbuatan manusia sudah selesai diperhitungkan dalam dunia.

Namun Allah SWT menegaskan adanya perhitungan terakhir dengan firman-Nya:
وما يستوي الأعمى والبصير والذين آمنوا وعملوا الصالحات ولا المسيء قليلا ما تتذكرون إن الساعة لآتية لا ريب فيها ولكن أكثر الناس لا يؤمنون
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. Sesungguhnya Hari Kiamat itu pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya. akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.
(QS. Al Mu'min [40]:58-59)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang berkata,) kepadaku dengan nada yang mengejek, (`Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan) adanya hari berbangkit?
««•»»
who used to say, to me in reproach, “Are you really among those who affirm as truth, the Resurrection [and],
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 51][AYAT 53]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
52of182
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=37&tAyahNo=52&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:52

[037] Ash Shaaffaat Ayat 051

««•»»
Surah Ash Shaaffaat 51

قالَ قائِلٌ مِنهُم إِنّي كانَ لي قَرينٌ
««•»»
qaala qaa-ilun minhum innii kaana lii qariinun
««•»»
Berkatalah salah seorang di antara mereka: "Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman,
««•»»
One of them will say, ‘Indeed I had a companion
««•»»

Dalam ayat ini dijelaskan isi percakapan antara ahli surga. Seorang di antara mereka menceritakan kepada teman-temannya bahwa sewaktu hidup di dunia dia mempunyai seorang teman yang menanyakan kepadanya dengan nada mencemoohkan tentang keyakinannya akan hari berbangkit dan Hari Kiamat. Kawannya itu sangat mengingkari akan terjadinya hari berbangkit dari kubur itu. Dengan penuh keheranan dan keingkaran kawannya di dunia itu mengatakan lagi kepadanya bahwa tidaklah mungkin dan sangat tidaklah masuk akal bilamana manusia yang sudah menjadi tanah dan tulang-belulang itu akan dihidupkan kembali dari dalam kubur sesudah itu lalu diadakan perhitungan terhadap amal perbuatannya semasa hidupnya.

Menurut keyakinan orang kafir itu tak ada lagi perhitungan antara kejahatan dan kebaikan, antara kafir dan iman dan semua perbuatan manusia sudah selesai diperhitungkan dalam dunia.

Namun Allah SWT menegaskan adanya perhitungan terakhir dengan firman-Nya:
وما يستوي الأعمى والبصير والذين آمنوا وعملوا الصالحات ولا المسيء قليلا ما تتذكرون إن الساعة لآتية لا ريب فيها ولكن أكثر الناس لا يؤمنون
Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat, dan tidaklah (pula sama) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal saleh dengan orang-orang yang durhaka. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran. Sesungguhnya Hari Kiamat itu pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya. akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman.
(QS. Al Mu'min [40]:58-59)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Berkatalah salah seorang di antara mereka, "Sesungguhnya aku dahulu di dunia mempunyai seorang teman) yakni teman yang ingkar kepada adanya hari berbangkit.
««•»»
One of them will say, ‘Indeed I had a comrade, a companion who used to reject [the idea of] resurrection,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 50][AYAT 52]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
51of182
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=37&tAyahNo=51&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:51

Selasa, 23 Juni 2015

[037] Ash Shaaffaat Ayat 050

««•»»
Surah Ash Shaaffaat 50

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ
««•»»
fa-aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhin yatasaa-aluuna
««•»»
Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.
««•»»
Some of them will turn to others, questioning each other.
««•»»

Dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang mukmin dalam surga duduk saling berhadap-hadapan dan berbincang-bincang satu sama lain sambil menikmati minuman yang disuguhkan kepada mereka. Betapa nikmatnya mengenang masa lampau mereka sewaktu dalam kesenangan dan ketenteraman hidup dalam surga itu. Mereka berbincang-bincang tentang pelbagai keutamaan dan pengalaman mereka di dunia. Menurut Al Qasysyany, mereka saling memperbincangkan ahli surga dan neraka, keadaan orang-orang yang hidup berbahagia dan hidup sengsara. Mereka juga menengok kedua golongan ini dan ganjaran yang mereka peroleh dan hukuman yang mereka derita juga memperbincangkan percakapan keadaan orang-orang yang berada di antara surga dan neraka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Lalu sebagian mereka menghadap) yakni sebagian penduduk surga (kepada sebagian yang lain sambil bercakap-cakap) mengenai apa yang telah mereka lakukan di dunia.
««•»»
Some of them, some of the inhabitants of Paradise, will turn to others, questioning each other, regarding what they experienced in the [life of the] world.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 49][AYAT 51]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
50of182
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=37&tAyahNo=50&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:50

[037] Ash Shaaffaat Ayat 049

««•»»
Surah Ash Shaaffaat 49

كَأَنَّهُنَّ بَيضٌ مَكنونٌ
««•»»
ka-annahunna baydhun maknuunun
««•»»
Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.
««•»»
as if they were hidden[1] ostrich eggs.
[1] That is, well reserved.
««•»»

Kemudian Allah menyebutkan lagi dalam ayat ini kecantikan istri ahli-ahli surga sebagai penyempurnaan terhadap nikmat yang diberikan Tuhan kepada mereka di akhirat. Istri-istri mereka itu merupakan bidadari-bidadari yang cantik-cantik, tidak suka melihat orang-orang yang bukan suaminya, matanya jeli, kulitnya putih kuning bersih seperti warna telur burung unta yang belum pernah disentuh orang-orang dan belum dikotori debu. Warna kulit perempuan demikian, sangat disenangi oleh orang Arab.

Dalam ayat yang lain digambarkan pula bidadari itu bagaikan mutiara.

Firman Allah:
وحور عين كأمثال اللؤلؤ المكنون
Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik.
(QS. Al Waqiah [56]:22-23)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Seakan-akan mereka) yakni warna kulit mereka (adalah telur) burung unta (yang tersimpan dengan baik) bagaikan telur burung unta yang terlindungi oleh bulu induknya, sehingga tidak ada suatu debu pun yang menempel padanya, demikian pula warnanya, putih kekuning-kuningan, warna kulit seperti itu adalah warna kulit wanita yang paling cantik.
««•»»
as if they were, in terms of [the starkness of their white] colour, hidden eggs, of ostriches, sheltered by their feathers from dust, the colour being that whiteness with a hint of pallor, which is the most beautiful of female complexions.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 48][AYAT 50]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
49of182
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=37&tAyahNo=49&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#38:49